Rabu, 18 Desember 2013

membangun hubungan dengan pelanggan lewat kepuasan, nilai dan mutu

BAB 1 PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Dewasa ini perusahaan menghadapi persaingan paling sengit dalam banyak dasawarsa,  dan segalanya akan semakin sengit di tahun-tahun mendatang. Dalam pasar penjual yang diwarnai oleh sedikitnya barang dan nyaris monopoli-perusahaan tidak melakukan usaha khusus untuk memuaskan pelanggan. Produsen dan pengecer sedikit sekali memperhatikan kepuasan pelanggan atas barang dan pelayanan. Penjual nyaris tidak menghiraukan teori dan praktik pemasaran. Sebaliknya,dalam pasar pembeli, pelanggan dapat memilih aneka produk dan jasa. Dalam pasar ini, bila penjual tidak menyediakan produk dan jasa bermutu yang dapat diterima, pelanggannya akan segera lari ketangan pesaing. Konsumen semakin terdidik dan menuntut, serta harapan mutu terus naik akibat praktik oleh manufaktur dan pengecer superior.
Agar sukses, atau sekedar bertahan, perusahaan perlu falsafah baru. Agar unggul dipasar dewasa ini, perusahaan harus berpusat pada pelanggan (customer centered), mereka harus memberikan nilai superior kepada pelanggan sasaran. Terlalu banyak perusahaan yang berfikir bahwa memperoleh dan mempertahankan pelanggan adalah pekerjaan bagian pemasaran atau penjualan. Akan tetapi perusahaan yang sukses terlalu menyadari bahwa pemasaran tidak dapat melakukan tugas itu sendiri.
Pada makalah ini akan dibahas falsafah pemasaran yang menciptakan nilai bagi pelanggan dan perusahaan dengan fokus pada pelanggan. Beberapa pertanyaan penting lain dikupas: apa yang bernilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan? Bagaimana organisasi perusahaan yang unggul melakukan organisasi untuk menciptakan dan menyerahkan nilai tinggi dari kepuasan? Bagaimana perusahaan dapat mempertahankan pelanggan yang sudah ada sekarang di samping mencari pelanggan baru? bagaimana perusahaan dapat mempraktikkan pemasaran mutu terpadu?

1.2    Rumusan Masalah
1.                  Apakah definisi dari nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan?
2.                  Bagaimanakah menyampaikan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan?
3.                  Apa yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan?
4.                  Bagaimanakah mengimplementasikan pemasaran mutu terpadu (total quality marketing)?

1.3    Tujuan dan Manfaat
1.3.1        Tujuan
1.            Untuk mendefinisikan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan.
2.            Untuk menyampaikan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan.
3.            Untuk mengetahui apa yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan.
4.            Untuk mengetahui pengimplementasian pemasaran mutu terpadu(total quality marketing).

1.3.2        Manfaat
Untuk menambah pengetahuan, wawasan mahasiswa, dosen maupun pihak lain bagaimana cara membangun hubungan dengan pelanggan lewat kepuasan, nilai, dan mutu.
  

BAB 2 PEMBAHASAN



2.1 Definisi Nilai bagi Pelanggan dan Kepuasan Pelanggan

Lebih dari 35 tahun yang lalu, Peter Drucker telah mengamati secara jelas, bahwa tugas utama perusahaan adalah “menciptakan pelanggan.” Akan tetapi, menciptakan pelanggan mungkin tugas yang sulit. Pelanggan dewasa ini menghadapi jajaran produk dan merek, harga, dan amat banyak pemasok sebagai pilihan. perusahaan harus menjawab pertanyaan kunci: bagaimana pelanggan memilih?
Jawabannya adalah bahwa pelanggan memilih tawaran yang memberikan nilai paling banyak kepada mereka. Pelanggan memaksimalkan nilai, dalam batas-batas biaya yang dicari serta pengetahuan, mobilitas, dan pendapatan terbatas. Mereka membentuk harapan nilai dan bertindak berdasarkan itu. Kemudian mereka membandingkan nilai sebenarnya yang mereka terima ketika mengkonsumsi produk dengan nilai yang diharapkan, dan hal ini mempengaruhi kepuasan dan tingkah laku membeli ulang.

A. Nilai Bagi Pelanggan
Kata nilai memiliki beberapa arti yang berbeda. Valarie Zeithaml mengemukakan bahwa pelanggan menggunakan istilah nilai untuk empat pengertian yang berbeda:
·         Nilai adalah ‘harga yang murah’. Untuk beberapa pelanggan harga yang paling murah adalah nilai yang terbaik.
·         Nilai adalah ‘mendapatkan apa yang diiinginkan dari suatu produk atau jasa’.
·         Nilai adalah ‘kualitas yang didapatkan atas harga yang dibayar’.
·         Nilai adalah ‘ semua yang didapatkan atas semua pengorbanan yang telah diberikan’.
Perbedaan pandangan mengenai nilai dapat ditangkap dalam sebuah definisi nilai. Nilai adalah persepsi pelanggan tentang keseimbangan antara manfaat yang diterima dengan pengorbanan yang diberikan untuk mendapatkan manfaat tersebut.
Konsumen membeli dari perusahaan yang mereka percaya menawarkan nilai bagi pelanggan (customer delivered value) tertinggi (perbedaan dari nilai total pelanggan dan biaya total pelanggan). Nilai yang diserahkan kepada pelanggan ini artinya penilain konsumen mengenai kapasitas produk secara keseluruhan untuk memuaskan kebutuhannya. Perbedaan antara nilai total bagi pelanggan dan biaya total pelanggan dari tawaran pemasaran. Penilaian ini dilihat dari 4 sisi yaitu produk, layanan, personel, dan citra.
Seperti pengamatan Adam Smith lebih dari dua abad yang lalu,” Harga sebenarnya dari segala sesuatu adalah susah-payah dan kesulitan untuk memperolehnya.” Biaya total pelanggan juga mencakup biaya waktu energi, dan psikis yang diantisipasi. Perusahaan akan mengevaluasi semua biaya ini bersama dengan biaya uang sehingga diperoleh biaya perkiraan lengkap.
B. Kepuasan Pelanggan
Konsumen membuat penilaian ada nilai yang ditawarkan pemasaran dan mengambil keputusan membeli berdasarkan pada penilaian ini. Kepuasan pelanggan ada suatu pembelian tergantung pada relative kinerja produk bagi harapan pembeli. Seorang pelanggan mungkin mengalami berbagai tingkat kepuasan. Tetapi bagaimana perusahaan membentuk harapan? harapan didasarkan pada pengalaman pelanggan membeli di masa lalu., pendapat teman dan rekan, serta informasi dan janji dari pemasar dan pesaingnya. Pemasar harus berhati-hati menetapkan tingkat harapan yang tepat. Bila mereka menetapkan harapan terlalu rendah, mereka mungkin memuaskan orang yang membeli tapi gagal menarik pembeli dalam jumlah besar. Sebaliknya, bila mereka menaikkan harapan terlalu tinggi, kemungkinan besar pembeli merasa tidak puas.
Meskipun demikian, beberapa perusahaan paling sukses dewasa ini masih menaikkan harapan dan menyerahkan prestasi yang sesuai. Perusahaan ini menggunakan kepuasan pelanggan total. Perusahaan yang sukses dewasa ini, menelusuri harapan pelanggan, memahami kinerja perusahaan, dan kepuasan pelanggan. Akan tetapi, pengukuran kepuasan pelanggan hanya berarti dalam konteks persaingan. Walaupun berusaha menyerahkan kepuasan pelanggan yang relative tinggi ketimbang pesaing, perusahaan yang berpusat pada pelanggan tidak berusahan memaksimalkan kepuasan pelanggan.
Perusahaan menggunakan metode berikut ini untuk mengukur berapa tinggi kepuasan pelanggan yang berhasil mereka ciptakan.

Sitem Keluhan Dan Saran
Organisasi yang berpusat pada pelanggan menyederhanakan pelanggan menyampaikan saran atau keluhan. Restoran dan hotel menyediakan formulir sehingga pelanggan hanya perlu memberi tanda apa yang disukai dan tidak disukai. Rumah sakit menyediakan kotak saran dikoridor, memberikan kartu  komentar kepada pasien yang akan pulang, dan mendorong pasien untuk menyampaikan keluhan. Beberapa perusahaan yang berpusat pada pelanggan menyediakan nomor yang bebas pulsa sehingga pelanggan dapat mengajukan saran, atau mengeluh. Sistem seperti ini tidak hanya untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga menyediakan banyak gagasan yang baik bagi perusahaan untuk memperbaiki produk jasa.

Survey Kepuasan Pelanggan
Perusahaan yang responsive melakukan pengukuran langsung atas kepuasan pelanggan dengan melakukan survey secara teratur. Mereka mengirimkan kuisioner dan menelepon sampel dari pelanggan yang sudah ada untuk mengetahui perasaan mereka mengenai beberapa aspek prestasi perusahaan. Mereka juga melakukan survey pandangan pembeli mengenai prestasi pesaing.

Pembelanjaan Siluman
Cara lain yang bermanfaat untuk menilai kepuasan pelanggan adalah dengan menyewa orang untuk berpura-pura sebagai pembeli guna melaporkan pengalaman mereka membeli produk perusahaan dan produk pesaing. “pembelanjaaan siluman” ini bahkan dapat menyajikan permasalahan spesifik untuk menguji apakah karyawan perusahaan menangani dengan baik. Perusahaan tidak harus menyewa pembelanja siluman, melainkan manajer sendiri juga harus keluar dari kantor dari waktu kewaktu dan mengalami sendiri perlakuan sebagai “pelanggan.”

Analisis Pelanggan Yang Hilang
Perusahaan harus melakukan kontak dengan pelanggan yang berhenti lekakukan pembelian, atau yang beralih kepesaing, untuk mempelajari kenapa hal ini terjadi. Ketika kehilangan pelanggan, IBM berusaha mempelajari apa yang menjadi kegagalannya; apakah harga IBM terlalu tinggi, pelayanan jelek atau produknya dibawah standar? Selain harus melakukan wawancara alasan keluar, perusahaan juga harus memantau tingkat kehilangan pelanggan.

Beberapa Peringatan Dalan Mengukur Kepuasan Pelanggan
Kalau pelanggan mengungkapkan kepuasan mereka atas beberapa unsure kinerja perusahaan, misalkan penyerahan barang, pengertian penyerahan barang yang baik dapat beraneka rupa. Itu mungkin berarti penyerahan barang sebelum waktunya, penyerahan tepat waktu, kelengkapan pesanan atau sesuatu yang lain. namun, bila perusahaan mencoba mendefinisikan secara rinci, pelanggan akan menghadapi daftar pertanyaan yang amat panjang.


2.2 Menyampaikan Nilai bagi Pelanggan dan Kepuasan Pelanggan
A. Rantai Nilai
Michael Porter mengusulkan rantai nilai (value chain) sebagai alat untuk mengidentifikasi cara menciptakan nilai bagi pelanggan yang lebih tinggi. Setiap perusahan terdiri dari kumpulan aktivitas yang dilaksanakan untuk merancang, memproduksi, memasarkan, menyerahkan, dan mendukung produk perusahaan. Rantai nilai memecah perusahaan menjadi sembilan aktifitas menciptakan nilai dalam usaha untuk memahami tingkah laku biaya dalam bisnis spesifik dan sumber potensial unutuk membedakan diri dari pesaing. Kesembilan aktivitas menciptakan nilai termasuk lima aktivitas utama dan empat aktivitas pendukung.
Aktivitas utama mencakup urutan pembawa material ke dalam perusahaan (logistic penerima/inbound logistic), mengoperasikannya(operation), mengirimkan keluar(outbound logistic), memasarkannya(marketing and sales),dan memberikan jasa (service).aktivitas pendukung terjadi dalam setiap aktivitas utama ini.
Sukses perusahaan bukan hanya tergantung pada seberapa baik setiap bagian melaksanakan tugasnya, melainkan juga pada seberapa baik aktifitas berbagai bagian dikoordinasikan. Dalam setiap kasus, masing-masing bagian secara individual seolah-olah telah mendirikan tembok yang menghalangi penyerahan layanan pelanggan yang bermutu. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan harus lebih menekankan pada lancarnya manajemen proses bisnis inti, sebagian besar meliputi input dan kerja sama dari berbagai bagian fungsional. Proses bisnis inti antara lain:
·         Proses pengambangan produk : semua aktivitas yang termasuk dalam mengidentifikasi, meriset, dan mengembangkan produk baru secara cepat, dengan mutu tinggi, dan biaya yang wajar.
·         Proses manajemen sediaan : semua aktifitas yang termasuk dalam pengembangan dan pengelolaan tingkat sediaan yang tepat dari bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi sehingga pasokan yang memadai tersedia sambil menghindari biaya tinggi akibat sediaan berlebihan.
·         Proses pemesanan-sampai-pembayaran : semua aktivitas yang termasuk dalam menerima pesanan, menyetujui, mengirimkan barang tepat waktu, dan menagih pembayaran.
·         Proses layanan pelanggan : semua aktivitas yang termasuk dalam usaha mempermudah pelanggan untuk menghubungi pihak yang tepat dalam perusahaan untuk mendapatkan layanan, jawaban, dan penyelesaian masalah.



B. Sistem Penyampaian Nilai
Dewasa ini banyak perusahaan “bermitra” dengan anggota lain dari rantai pasokan untuk memperbaiki kinerja system penyerahan nilai bagi pelanggan (customer value delivery chain) yaitu system yang terdiri dari rantai nilai perusahaan dan pemasok, distributor, dan akhirnya pelanggan yang bekerjasama untuk menyampaikan nilai kepada pelanggan.
Ketika berjuang agar lebih kuat dalam bersaing, perusahaan beralih, secara ironis, ke kerja sama yang lebih besar. Perusahaan cenderung memandang pemasok dan distributor sebagai pusat biaya, dan dalam beberapa hal, sebagai musuh. Akan tetapi, dewasa ini mereka memilih mitra secara hati-hati dan bekerjasama mencari strategi saling menguntungkan. Di pasar dewasa ini, semakin banyak persaingan yang tidak lagi terjadi antara pesaing individual. Persaingan, lebih dirasakan, antara system penyerahan nilai yang diciptakan oleh pesaing.
Oleh karena itu, pemasaran tidak lagi dapat dianggap sebagai bagian penjualan. Pandangan seperti itu hanya member tanggungjawab merumuskan bauran pemasaran yang berorientasi pada promosi kepada bagian pemasaran, tanpa peran berarti mengenai sifat-sifat produk, biaya, dan elemen penting yang lain. berdasarkan pandangan baru, pemasaran bertanggung jawab untuk merancang dan mengelola system penyerahan nilai superior untuk mencapai segmen pelanggan sasaran. Manajer pemasaran dewasa ini harus berfikir tidak hanya mengenai menjual produk hari ini melainkan juga mengenai bagaimana merangsang pengembangan perbaikan produk, bagaimana bekerja secara aktif dengan bagian lain dalam mengelola proses bisnis inti, serta bagaimana mejalin kemitraan eksternal yang lebih baik.

2.3 Mempertahankan Pelanggan

Lebih jauh dari menjalin hubungan lebih erat dengan mitranya dalam rantai pasokan, perusahaan dewasa ini harus berusaha mengembangkan ikatan lebih kuat dan loyalitas dengan pelanggan akhirnya.

A.    Biaya Kehilangan Pelanggan
Perusahaan harus mencermati tingkat pelanggan yang lari dan mengambil langkah-langkah untuk menguranginya. Pertama, perusahaan harus menetapkan dan mengukurvtingkat pelanggan yang masih bertahan. Kemudian, perusahaan harus meneliti penyebeb larinya pelanggan dan menetapkan mana yang dapat dikurangi atau dihilangkan. Perusahaan harus membuat distribusi frekuensi yang menunukkan persentase pelanggan yang lari karena alasan yang berbeda. Tidak banyak yang bisa dilakukan terhadap pelanggan yang pindah rumah, atau pelanggan yang usahanya bangkrut. Tetapi banyak yang bisa dilakukan untuk pelanggan yang lari karena produk jelek, atau harga terlalu tinggi.
Perusahaan dapat memperkirakan berapa laba yang hilang kalau  pelanggan lari yang seharusnya dapat dicegah. Untuk pelanggan individual, ini sama berarti nilai pelanggan seumur hidup. Untuk sekelompok pelanggan yang lari, sebuah perusahaan transportasi menghitung kehilangan laba sebagai berikut: perusahaan itu mempunyai 64.000 pelanggan. Lima persen dari pelanggannya lari (3.200 pelanggan) tahun ini karena pelayanan yang jelek. Pelanggan yang lari rata-rata memberikan penghasilan $40.000. oleh karena itu, perusahaan kehilangan pendapatan 3.200 x $40.000 = $128.000.0000. kalau dari pendapatan itu terdapat laba 10 persen, perusahaan kehilangan $12.800.000 dalam satu tahun yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Perusahan perlu membayangkan berapa besar biaya untuk mengurangi tingkat pelanggan yang lari. Bila kehilangan itu lebih kecil ketimbang laba yang hilang, perusahaan harus mengeluarkan biaya, tadi untuk mengurangi larinya pelanggan.

B.     Kebutuhan untuk Mempertahankan Pelanggan
Dewasa ini, perusahaan menonjolkan berjuang keras untuk mempertahankan pelanggan mereka. Banyak pasar yang sudah jenuh, dan tidak banyak pelanggan baru yang memasuki kebanyakan kategori. Persaingan bertambah sengit, dan biaya menarik pelanggan baru semakin tinggi. Dalam pasar ini, biaya menarik pelanggan baru mungkin lima kali lipat biaya untuk mempertahankan pelanggan saat ini tetap gembira. Biaya pemasaran ofensif biasanya lebih tinggi ketimbang pemasaran defensive, karena memerlukan banyaj usaha dan biaya untuk mambujuk pelanggan yang puas, lari dari pesaing.
Sayangnya, teori dan praktik pemasaran klasik memusatkan pada seni menarik pelanggan baru ketimbang mempertahankan yang sudah ada. Penekanan adalah menciptakan transaksi ketimbang hubungan. Diskusi difokuskan pada aktivitas prapenjualan dan aktivitas penjualan ketimbang pada aktivitas pasca penjualan. Akan tetapi dewasa ini lebih banyak perusahaan mengakui pentingnya mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Menurut salah satu laporan, dengan mengurangi larinya pelanggan hanya sebesar 5 persen, perusahaan dapat memperbaiki laba antara 25 sampai 85%. Akan tetapi, sayangnya kebanyakan system akunting perusahaan tidak dapat menunjukkan nilai dari pelanggan yang loyal.
Jadi, walaupun pemasaran yang lebih mutakhir memfokuskan kepada merumuskan bauran pemasaran yang akan menciptakan penjualan dan pelanggan baru, lini terdepan pertahanan perusahaan terletak pada mempertahankan pelanggan. Dan pendekatan terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah menyerahkan kepuasan dan nilai yang tinggi kepada pelanggan yang menghasilkan loyalitas kuat dari pelanggan.

C.    Pemasaran yang Akrab dengan Pelanggan
Pemasaran yang akrab dengan pelanggan (relationship marketing) meliputi hal menciptakan, mempertahankan, dan mendorong hubungna erat dengan pelanggan dan pihak berkepentingan yang lain. semakin lama pemasaran semakin bergeser dari fokus pada transaksi individual kea rah berfokus pada menjalin hubungan bernilai tinggi membangun jaringan memberikan kepuasan. Kita dapat membedakab tima tingkat hubungan yang dapat dibentuk dengan pelanggan yang telah membeli produk perusahaan, seperti mobil atau mesin industry:
·         Dasar. Tenaga penjual perusahaan menjual produk tetapi tidak melakukan tindak lanjut dalam bentuk apapun.
·         Reaktif. Tenaga penjual menelepon pelanggan beberapa saat setelah penjualan untuk mengetahui apakah produknya sesuai dengan harapan pelanggan.
·         Proaktif. Wiraniaga atau karyawan lain menelepon pelanggan dari waktu kewaktu dengan member saran mengenai perbaikan penggunaan produk atau produk baru yang membantu.
·         Kemitraan. Perusahaan bekerja sama terus-menerus dengan pelanggan dan dengan pelanggan lain untuk menemukan cara menyerahkan nilai lebih baik.

Pendekatan untuk membina nilai bagi pelanggan:
a.             Manfaat Keuangan
Pendekatan membangun nilai bagi pelanggan terutama mengandalkan penambahan manfaat keuangan bagi hubungan dengan pelanggan. Misalnya, perusahaan penerbangan menawarkan program sering erbang ( frequent – flyer), hotel memberikan kamar dengan standar lebih tinggi  kepada tam yang sering menginap, toko swalayan memberikan potongan harga.

b. Manfaat Sosial
Mempengaruhi pemilihan produk oleh pelanggan, program seprti ini dan insentif keuangan lainnya dapat dengan mudah ditiru oleh pesaing dan mungkin gagal membedakan seca permanen apa yang ditawarkan perusahaan. Disini karyawan perusahaan meningkatkan ikatan sosial mereka dengan pelanggan dengan jalan meneliti kebutuhan dan keingina individual pelanggan kemudian menyesuaikan produk dan jasa dentgan kebutuhan dan keinginan itu. Misalnya , karyawan hotel ritch crlton memperlakukan palanggan sebagai individual, bukan anggota pasar masal yang mana dan wajahnya tidak dikenal. Mereka menyiapkan data pilihan spesifik dari tamunya dalam basis data, yang dapat diakses dari semua hotel rangkaian ritz di seluruh dunia. Untuk menjalin hubungan lebih baik dengan pelanggannya, selama musim panas tahun 1994 dan seluruh pemilik satrun, yang berjumlah hampir tujuh ratus ribu ke acara santrun pulang kandang, di kawasan pabriknya di spring hill tennese pada program dua hari itu diisi dengan acara keluarga untuk keliling pabrik, dan aktvitas fisik menantang yang dirancang untuk membina keperayaan dan semangat tim. Menunjukkan bahwa kami memperlukan pelanggan kami berbeda dibanding perusahaan mobil yang lain.

c.       Ikatan Struktural
Pendekatan ketiga untuk menjalin hubungan erat dengan pelanggan adalah menambah ikatan structural di samping manfaat keuangan dan social. Misalnya, seorang pemasar mungkin menyediakan peralatan khusus atau hubungan computer yang membantu mereka mengatur pesanan, pembayaran, atau sediaan. Pemasaran yang akrab dengan pelanggan berarti bahwa organisasi harus memfokuskan pada mengelola pelanggan disamping produk. Pada saat yang sama, walaupun banyakn perusahaan beralih sama sekali kepemasaran yang akrab dengan pelanggan, perusahaan tidak mengiginkan hubungan dengan setiap pelanggan. Sesungguhnya, selalu ada pelanggan yang tidak disukai oleh setiap perusahaan. Tujuannya adalha menerapkan pelanggan mana yang dapat dilayani perusahaan paling efektif relative terhadap pesaing. Perusahaan harus menentukan segmen dan pelanggan khusus mana yang mendatangkan laba.

D.    Pelanggan yang Mendatangkan Laba
Pada dasarnya, pemasaran adalah seni menarik dan mempertahankan pelanggan yang mendatangkan laba. Akan tetapi perusahaan sering menyadari 20-40% pelanggannya tidak mendatangkan laba. Lebih lanjut banyak perusahaan melaporkan bahwa pelanggan yang paling banyak mendatangkan laba bukan yang terbesar, melainkan pelanggan yang berukuran sedang. Pelanggan terbesar menuntut pelayanan yang lebih banyak dan menerima diskon lebih besar, oleh karena itu mengurangi tingkat laba perusahaan. Pelanggan kecil membayar harga tanpa potongan dan menerima pelayanan kurang, tetapi biaya transaksi dengan pelanggan kecil mengurangi laba. Pada umumna pelanggan berukuran sedang yang membayar harga dengan potongan kecil dan menerima pelayanan baik paling banyak mendatangkan laba.
Sebuah perusahaan harusnya tidak mencoba mengejar dan memuaskan setiap usulan spontan pelanggan. Beberapa organisasi berusaha menyediakan apapun dan segala yang disarankan pelanggan. Akan tetapi, walaupun sering member saran yang bagus,pelanggan juga menyarankan tindakan yang tidak dapat dilakukan perusahaan dengan mendatangkan laba. Fokus pada pasar bukan berarti secara membabi buta mengikuti saran seperti itu. Sebaliknya, itu berarti memilih dengan cermat p;elanggan mana yang akan dilayani dan manfaat spesifik mana yang akan diberikaan atau diabaikan.
Apa yang membuat pelanggan mendatangkan laba? Pelanggan yang mendatangkan laba adalah orang, atau perusahaan yang pembeliannya dalam kurun waktu tertentu melebihi, dalam jumlah yang dapat diterima, biaya yangdikeluarkan perusahaan akan menarik, menjual, dan melayani pelanggan itu. Define ini menekankan pendapatan dan nilai seumur hidup, bukan laba dari suatu transaksi.

2.4 Mengimplementasikan Pemasaran Mutu Terpadu
Kepuasan pelanggan dan kemampuan perusahaan mencetak laba berkaitan erat dengan mutu produk dan jasa. Mutu yang lebih tinggi menyebabkan kepuasan pelanggan semakin besar, sementara pada saat yang sama mendorong harga yang lebih tinggi dan sering biaya yang lebih rendah. Oleh karena itu, program perbaaikan mutu biasanya menaikkan profitabilitas. Hasil penelitian Dampak laba Dari Strategi Pemasaran yang terkenal menunujukkan korelasi yang tinggi antara mutu relative produk dan profitabilitas.
Tugas memperbaiki mutu produk dan jasa seharusnya menjadi prioritas utama perusahaan. Banyak perusahaan jepang yang sukses menggebrak di seluruh dunia merupakan hasil dari peningkatan mutu produk mereka yang luar biasa. Kebanyakan pelanggan tidak dapat lagi menerima mutu jelek atau pas-pasan. Perubahan dewasa ini tidak memiliki selaiin menerima konsep mutu bila mereka masih ingin bertahan, jangankan memperoleh laba. Menurut pemimpin GE, John F. Welch, Jr.: “mutu adalah jaminan kami terbaik atas kesetiaan pelanggan, pertahanan kami paling kuat melawan pesaing luar negri, dan satu-satunya jalan nenuju pertumbuhan dan mendapat laba.”

A. Total Quality Management
Total quality manajemen(TQM) melanda ruang rapat direksi di tahun 1980-an. Banyak perusahaan mengambil bahasa TQM tetapi tidak mengambil substansinya. Perusahaan lain memendang TQM sebagai penyelesaian bagi semua masalah perusahaan. Masih ada lagi perusahaan lain terobsesi dengan prinsip-prinsip TQM yang didefinisikan secara sempit dan kehilangan fokus dari perhatian lebih luas terhadap nilai dan kepuasan pelanggan. Akibatnya, banyak program TQM yang mulai tahun 1980-an gagal, menyebabkan pandangan sinis terhadap TQM. Walaupun begitu, kalau diterapkan dalam konteks menciptakan kepuasan pelanggan tidak lagi menggunakan label TQM, bagi kebanyakan perusahaan kelas atas mutu yang digerakkan oleh pelanggan telah menjadi cara melakukan bisnis. Mereka menerapkan pengertian “return on quality(ROQ=kembali pada mutu),” dan mereka memastikan bahwa mutu yang mereka tawarkan adalah mutu yang diinginkan pelanggan. Mutu ini, pada gilirannya, meningkatkan penjualan dan laba.
Mutu terpadu adalah kunci terhadap menciptakan nilai dan kepuasan bagi pelanggan. Sama seperti pemasaran adalah tugas setiap orang, mutu terpadu juga tugas setiap orang.
B. Peran Pemasaran dalam Mutu Terpadu
            Manajemen pemasaran memiliki dua tanggung jawab dalam perusahaan yang berpusat pada mutu. Pertama, manajemen pemasaran harus berpartisipasi dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang dirancang untuk membantu keberhasilan perusahaan lewat keunggulan mutu terpadu. Kedua, pemasaran harus menyampaikan mutu pemasaran disamping mutu produksi. Pemasaran harus melaksanakan setiap aktivitas pemasaran-riset pemasaran, pelatihan penjualan, periklanan, jasa pelanggan, dan lain-lain—dengan standar yang tinggi.
Pemasar memainkkan peran penting untuk menbantu perusahaan mereka menetapkan dan menyampaikkan barnag dan jasa bermutu tinggi kepada pelanggan sasaran. Pertama, pemasar bertanggung jawab untuk menganali kebutuhan dan tuntutan pelanggan dengan tepat dan untuk menyampaian harapan pelanggan tadi kepada perancang produk. Kedua, pemasar harus memastikan bahwa pesanan pelanggan dipenuhi dengan tepat dan tepat waktu, serta harus memastikan bahwa pelanggan menerima instruksi, pelatihan, dan bantuan teknik yang memadai untuk menggunakan produ tersebut. Ketiga, pemasar harus tetap berhubungan dengan pelanggan setelah penjualan dan menyampaikan ide pelanggan untuk perbaikan produk dan pelayanan kepada bagian yang tepat dalam perusahaan.
Ironisnya, setelah salah satu telah menemukan bahwa staf pemasaran lebih bertanggung jawab batas keluhan pelanggan ketimbang bagian lain(35%). Krsalahan pemasaran meliputi kasus-kasus dimana armada penjual memesan produk berciri khusus bagi pelanggan tetapi tidak member tahu bagian manufaktur untuk mengadakan perubahan; dengan demikian pemrosesan pesanan yang tidak tepat menyebabkan produk yang salah dibuat dan dikirimkan; dan dengan demikian keluhan pelanggan tidak diselesaikan secara memadai.
Mutu terpadu berasal dari dasar pemikiran berikut ini mengenai perbaikan mutu:
1.      Mutu terletak dimata pelanggan
Mutu harus dimulai dengan kebutuhan pelanggan dan berakhir dengan persepsi pelanggan.
2.      Mutu tidsk boleh hanya tercermin
Leonard A. Morgan dari GE berkata :”kami tidak hanya memikirkan mutu produk, melainkan juga mutu iklan, pelayanan, literature produk, penyerahan, dan dukungan purna jual.”
3.      Mutu memrlukan komitmen karyawan
Mutu hanya dapat idsampaikan oleh perusahaan yang seluruh karyawannya memberikan komitmen terhadap mutu dan bermotivasi dan terlatih untuk menyampaikannya.
4.      Mutu memerlukan mitra bermutu tinggi
Perusahaan yangb digerakkan oleh mutu harus mencari dan menyesuaikan dirinya dengan mutu tinggi pemasok dan distributor.
5.      Program mutu tidak dapat menyelamatkan produk yang jelek
Pontiac Fiero meluncurkan program mutu, tetapi karena mobil itu tidak memiliki mesin yang baik untuk mendukung citra kinerjanya, program mutu tidak dapat menyelamatkan mobil itu.
6.      Mutu selalu dapat diperbaiki
Cara terbaik untuk memperbaiki mutu adalah membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing “terbaik di kelasnya” atau kinerja yang terbaik dalam industry lain, berusaha keras untuk menyamai atau bahkan melewatinya.
7.      Perbaikan mutu tekadang membutuhkan lompatan yang besar
Perusahaan kadang-kadnag dapat memperoleh sedikit perbaikan dengan bekerja lebih keras. Tetapi perbaikan besar memerlukan bpenyesuaian baru dan menuntut untuk bekerja lebih keras.
8.      Mutu tidak membutuhkan biaya yang lebih besar
Manajer pernah berpendapat bahwa mencapai mutu lebih baik akan membutuhkan biaya lebih banyak dan menurunkan produksi. Tetapi memperbaiki mutu membutuhkan belajar cara “melakukan hal tepat sejak awal.” Mutu bukan pengawasan melekat; melainkan perancangan melekat. Melakukan hal yang tepat sejak awal mengurangi biaya penyelamatan, perbaikan, dan perancangan ulang, belum termasuk hilangnya kamauan biak pelanggan.
9.      Mutu diperlukan tetapi mungkin belum memadai
Mutu lebih tinggi mungkin belum memastikan keunggulan yang akan berhasil, terutama kalau semua pesaing meningkatkan mutu sampai tingkat yang kira-kira sama.



BAB 3 PENUTUP

Kesimpulan
Perusahaan perlu memahami apa yang menentukan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan. Nilai yang disampiakna kepada pelanggan adalah perbedaan antara nilai total bagi pelanggan dan biaya total pelanggan. Pelanggan biasanya akan memilih tawaran yang memaksimalkan nilai yang disampaikan.kepuasan pelanggan adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi. Pelanggan yang puas akan cenderung tetap loyal lebih lama, membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga, dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan.
Untuk menyampaikan nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan, perusahaan harus mengelola rangkaian nilai mereka sendiri dan seluruh system penyampaian nilai dengan cara yang berpusat pada pelanggan. Sasaran perusahaan bukan hanya mendapatkan pelanggan baru, tetapi lebih penting, memepertahankan pelanggan. Biaya amat besar diakibatkan dari hilangnya pelanggan. Pemasaran yang akrab dengan pelanggan menyediakan kunci untuk mempertahankan pelanggan. Untuk itu perlu memberikan manfaat keuangan dan social disamping structural yang terkait dengan pelanggan.
Total quality management telah menjadi pendekatan utama untuk memberikan kepuasan pelanggan dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Perusahaan harus memahami bagaimana pelanggan mereka memandang mutu dan tingkat mutu yang mereka harapkan. Menyampaikan mutu membutuhkan komitmen manajemen total dan karyawan disamping system pengukuran dan penghargaan.

  
DAFTAR PUSTAKA


Kotler, Philip dan Gary Amstrong. Dasar-dasar pemasaran jilid 2. Jakarta: Prenhallindo, 1998.
semua cewek pasti dan aku yakin semua pernah nglakuin ini ketika gak nolak cowok. kadang kita emang bikin kata2 yang kita fikir itu cukup halus, tapi kalau mereka(para cowok) ngerti apa maksud dari kata2 kita, bisa marah besar tu...ini nih arti dari kata2 cewek yang nolak kamu...
1. Jawaban Cewek: Kamu sudah kuanggap sebagai kakak!
maksud  cewek: loe mengingatkan gue pada kakek gue
2. Jawaban Cewek: Beda usia kita terlalu jauh
maksud  cewek: Tampang lu tua banget sih, kan kasian gue yg imut ini
3. Jawaban Cewek: Aku tidak tertarik padamu bukan karena penampilanmu
maksud  cewek: Lu cowok terjelek yang pernah gue kenal
4. Jawaban Cewek: Hidupku sedang kacau sekarang
maksud  cewek: Gue gak ingin elu tau teman-teman kencan gue yang lain
5. Jawaban Cewek: Aku sudah punya pacar
maksud  cewek: Abis lu masih kalah keren sih dibandingin cowok gue
6. Jawaban Cewek: Bukan karena kamu kok, tapi aku
maksud  cewek:Sebenarnya sih gara-gara elu
7. Jawaban Cewek: Aku ingin berkonsentrasi pada karir
maksud  cewek: Walaupun kerjaan gue kadang bosenin, tapi masih mendinglah timbang berkencan dengan elu yang ga oke ini
8. Jawaban Cewek: Aku masih ingin sendiri?
maksud  cewek: Lu cowok paling menyebalkan, norak, kampungan
9. Jawaban Cewek: Kita berteman aja ya
maksud  cewek: Agar lu tau aja betapa banyaknya cowok yang mau ama gue
10. Jawaban Cewek: Sepertinya kita kurang serasi
maksud  cewek: Elu harusnya punya mobil BMW/ Mercedez baru bisa jalan ama gue, ya minimal punya bokap lu ga pa2 dah
11. Jawaban Cewek: Saat ini belum, mungkin nanti
maksud  cewek: Duit elu sekarang masih sedikit, makanya cari dulu, klo lu udah punya uang, baru gue pikirin lagi, itu juga kalo gue blum punya cowok
12. Jawaban Cewek: Maaf yah, bukannya gag mau, tapi kalo kita pacaran pasti kamu sering bete sama aku, aku tuh orangnya cuek, gag perhatian, bla bla blaâ
maksud  cewek: cuek gara2 sibuk sama gebetan yang lain, yang jelas jelas lebih ganteng dari elo
13. Jawaban Cewek: Gua masih belum pengen pacaran
maksud  cewek: Maksud gua nggak pengennya itu sama elu, kalau sama cowok lain yang lebih oke, ya pikir-pikir dulu
14. Jawaban Cewek: Terima kasih, elu cinta sama gua, tapi sori, gua udah punya cowok di luar negri
maksud  cewek: Cowok gua kan Leonardo Di Caprio, elu mah nggak cute
15. Jawaban Cewek: Gua belum biasa jalan berdua sama cowok
maksud  cewek: Udah deh, jangan pake naksir-naksir gua segala, dari pada gua malu nanti dikatain orang kalau jalan berdua sama elu
16. Jawaban Cewek: Gua telepon elu deh seminggu lagi
maksud  cewek: Gua test lu! Biar mampus
17. Jawaban Cewek: Gua cuma anggep elu temen biasa
maksud  cewek: Biasa juga PBSI, enak aja mau naik pangkat
*PBSI = Pacar Bukan, Supir Iya
18. Jawaban Cewek: Gua cuma anggep elu temen deket
maksud cewek: Gua kira elu homo, makanya gua berani deket
19. Jawaban Cewek: Ceweknya Nangis
maksud  cewek: Ya ampun kenapa cowok yang naksir gua jelek banget begini
20. Jawaban Cewek: Ngegampar elu, trus bilang "Ehh, sory ada nyamuk tadi"
maksud  cewek:Kurang ajar elu, berani-beraninya nembak gua, pengen mampus ya

dibalik kata manis seorang cewek tersimpan sejuta makna yg nyakitin. kalau aku liatnya gitu...tapi gak semua gitu kok guys, masih ada cewek yg bener dimulut dan hati. yang penting jangan nilai orang dari luarnya,cuma body sexy, cantik, trus modis, tapi cari wanita yang bisa menjadi jodohmu dunia akhirat...oke??!!!

Selasa, 17 Desember 2013

gay pacaran orang barat n timur

Emang ya kalau lagi insomnia tu paling pas kalau diisi sama nulis-nilis, nulis-nilis gak jelas..orangnya juga gak jelas…(nah lho…???begoo..!”maki diri sendiri”). Kebanyakan tulisanku ini emang opini gue endiri sih,,,terlalu banyak yang aneh sih didunia ini bagi gue, dan gak ada yang sadar..gue mau bahas tentang pacaran yang ada di Indonesia nih…

Kalau dibandingin dengan Negara-negara lain(eropa pastinya sebagai pembanding), Indonesia tu paling ribet dari mulai masa pdkt, jadian, putus, dan berantemnya…
Yang pertama mulai pdkt
Pdkt di Indonesia tu harus
1.       Sms terus 24 hours nonstop(loe kira alfamart atau indomart yg buka 24 jam??gila kali)
2.       Harus antar jemput cewek yg disuka (lo kira sopir apa?)
3.       Kebanyakan cewek suka kalau cowok di sosmed nunjukin kalau doi suka ma dia.bisa lewat status yg nggambarin kalau doi ngarepin dia
4.       Minta perhatian lebih (manja lu..)
5.       Sering ajak keluar bareng (lama-lama bokek caranya gini, ya kalau tajir, kalau gak???)
6.       Nunjukin sisi romantic (alay..)
7.       Deketin sebagai temen dulu
(Setau gue sih itu aja, tapi gak atau kalau masih ada yang lain)
Ribet kan…? Terus ada lagi nih. Indonesia pdkt aja harus punya “sesuatu”. Sesuatu ini bermacem macem. Ada yang harus punya wajah yang kece, penampilan menarik, bawaan menarik(transportasi, mobil,,gengsi book kalau naik sepeda), n talenta tertentu. Criteria itu tadi umumnya bagi wanita yang emang kece, tajir, n smart. Intinya, kebanyakan cewek cowok mikirnya minimal selevel lah…bagi yang orang2 populer,elit, and soo on..jika ada yg deketin yang pertama diliat tu tampangnya, kece gak??kalau yg pertama ini gak memenuhi, ya udah langsung tersisihkan, setelah diliat tampangnya diliat uangnya dulu, atau background keluarganya, tajir gak,, kalau tajir ia deh,,soalnya kalau 2 itu udah ada, udah cukup, masalah penampilan bisa dirubah, apalagi kalau mereka punya uang, dan talenta bisa diasah(kan bisa aja minta doi kursus apa gitu). Kalau yang tipe selevel mereka tu nilainya just like a mirror (keempat criteria tadi) siapa aja yang memiliki kesaman sama dia ya itu yg dipilih, tidak nyari yg lebih dan kurang darinya. Manusia itu gak ada yang sempurna betul gak??? Emang aneh kalau dipikir2…ampek segitunya…
kalau orang barat pdktnya cukup simple. Gak harus sering telfon, hang out bareng, atau apalah itu. Cukup satu “perhatian dan kasih saying yg tulus” simple and uncomplicated.
Trus yang jadian
Awal nembaknya aja harus romantic(sebenarnya gak harus tapi kebanyakan suka yg romantic) dan mikir mikr lagi kalau nembaknya hanya lewat sosmed atau sms atau telfon (yaiyalah,,,gak gentle amat tu cowok). Dan kalau cewek yang nembak dulu maka si cowok jadi risih(mereka mikir..nih anak kok nekat ya..berani banget). Dan kalau orang barat tak butuh kata hanya satu tindakan “ciuman” itu dah nunjukin segalanya. Gak perlu bertele-tele n negative thinking. Kalau di sini mah kalau belum nembak udah nyium namanya kurang ajar,,,mikrnya manfaatin aja. Harus diubah nih pemikiran kayak gitu..(menurut gue aja sih…hehe)
Kalau putus
Cewek atau cowok Indonesia terlalu bertele-tele mencari alasan untuk putus. Tapi kebanyakan kalau cewek alasannya mesti” maaf ya saying, aku gak pengen ini terjadi, tapi papa nglrang aku pacaran dulu, aku harus konsen ke kuliahku n karirku dulu, meskipun aku udah 18+ tapi aku masih harus nurut sama orangtuaku, kalau gak gitu mereka akan marah dan gak mau biayain kuliahku. Jadi kita putus aja dulu ya..kalau jodoh kita pasti akan ketemu lagi kok”(selang seminggu putus, si cewek dah punya pacar lagi..payah). kalau cowok gak jauh2 dari cewek “beb,aku butu waktu untuk sendiri. Jujur aku ngerasa aku tertekan sama sikap kamu selama ini yang overprotective. Hal ini ganggu aku, apalagi aku habisin waktuku buat ngantor trus kamu marah2 soalnya gak bisa ketemu, mungkin lebih baik kita sendiri-sendri aja dulu, aku yakin kamu akan dapetin yg lebih dari aku. Maafin aku” (padahal itu karena emang udah punya gebetan ditempat kerja yg lebih bohai dari ceweknya…emang cowok..)
Jika dibandingin sama orang luar..langsung aja kalau udah gak suka ngomong minta putus n jelasin alasennya, kalau gak gitu gak hubungi si cewek/cowok dalam waktu lama terus waktu di cek kerumahnya ada wanita/cowok lain, terus marah2 maki”you such as a jerk”or anything, its mean its end.

Beda banget kan ya…???
Nyari simplenya atau nyari ribetnya???

Ya terserah aja…

semua alay



Mungkin emang bener apa yang dibilang raditya dika kalau dunia ini semakin alay, ada kata cemungut ea, atau masbulloh(masalah nuat elo), atau apapun itu yang sekarang lagi ngetrendnya kata kata alay yang kalau didengerin baik baik n berulang ulang alhasil bikin muntah, jijik tau jijik…
Tapi sekarang yang alay juga bukan hanya kata kata. Tapi juga gaya n tingkah lakunya gitu jadi gini,,, pernah tu kan ya, aku sama temen-temen tu pulang kuliah kelaperan terus mampir di warung makan ayam gepok(kenapa dinamakan ayam gepok?karena ayamnya mati karena digebokinàbecanda…hehe). Nah waktu itu tuh kita kita rame ber enam makan disana. Nah ada pelanggan lain sepasang kekasih gitu. Tepat dibelakang kami. Awalnya sih gak ada yang sadar(lebih tepatnya gak ada yang leat, kurang jeli emang temen temenku). Selesai makan aku nyuci tangan tempatnya tepat dibelakang sepasang sejoli itu,,nah yang namanya mata tu kan lirik sana lirik sini, nah lho…pas liat di dua orang itu kok rasanya ada yang janggal apa ya…aku liat lagi (lebih focus),,,jebreeettt…ternyata…yang aku fikirin”ngapain makan aja pakek pegangan tangan dibawah kursi(tanagn kiri)” kok kurang kerjaan gitu lho…gak kira bakal hilang kok tanpa pegangan tangan pas makan…haduh…nahan geli aja akhirnya litanya…ada ada aja anak sekarang…atau mungkin saat mereka makan imajinasinya lagi ada torpedo datang apa ya??!! Jangan-jangan tangan mereka kena alteko terus melekat terus…haha..(gak mungkin n gak nyambung), mungkin 5 tahun kedepan anak-anak yang pacaran malah bukan hanya pegangan tangan saat makan, tapi ciuman saat makan(bibirnya nempel terus). Nah lho…tapi gimana mau makan???begoo..ini yang bego imajinasi gua atau siapa ya???gokil…dan kenapa Cuma aku yang liat???kenapa??kenapa setiap kejadian konyol atau alay tu hanya aku yang sadar…kenapa???
Kapan dunia ini hilang akan sifat alay-alay itu ya…???i’ll wait it..



Sabtu, 07 Desember 2013

kenapa ya?banyak orang yang sebenernya gak tau karakter orang itu bahkan belum pernah ketemu orang yang sebenernya mereka liat didunia maya di dunia nyata,mereka tidak tahu persis bagaimana kamu sebenarnya, baikkah kamu, atau menyebalkankah kamu, mereka tidak tau. meeka bersikap gitu karena alasan yang tak pasti mereka memandang kamu rendah, menghina kamu, padahal kamu gak salah apa2, nilai kamu yang gak2 hanya dengan melihat fotomu. apasih maksud tu orang...??
hidup kok dibikin rumit...
aku gak kenal kamu, kamu juga gak kenal aku...
yaudah,,,diem aja gak usah banyak bacot.
gak kenal aja pakek gaya ngerti segala...
enek dengernya,
tapi aku gak peduli ya kamu mau ngomong apa aja, mau komentar apa aja, aku gak peduli...
apapun itu, mereka temen2 ku akan lebih tau aku, lebih tau bagaimana aku sebenarnya, lebih tau kehidupan aku, jadi gak usah repot2 ngluarin tenaga buat ngehina aku, atau buat aku marah, atau sebel, atau apalah itu,,bahkan balas dendam ke kamu,,aku malah terimakasih banget, karena kamu malah nambah dosa kamu sendiri,itu dah cukup.
i don't give a shit,,,

Senin, 25 November 2013

arti sahabat

ketika seseorang berkata "sobat, aku kesepian. maukah kau menemaniku", maka sahabat akan melakukan sebisa dia untuk membuat sahabatnya tidak kesepian, untuk membuat dia nyaman, untuk membuatnya gembira, karena kebahagiaannya kebahagiaan kita juga. sahabat akan melakukan yang bisa dilakukan meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri. ketika seseorang sahabat berkata "sobat, bisakah kau membantuku?" maka sahabat akan membantu sebisa yang ia bisa, tanpa mengharapkan imbalan jasa darinya, hanya sebuah senyum dan kata terimakasih cukup membuat sahabat senang. ketika kamu berkata" sobat, aku sakit, maukah kau merawatku?" maka sahabat akan merawatmu dengan baik, karena ia tak akan membiarkanmu terlalu lama menderita sakit, ia ingin kamu kembali ceria dan tertawa bersama menghabiskan waktu bersama. ketika kamu berkata "sobat, aku ada masalah, maukah kau mendengarka ceritaku?" maka sahabat akan mendengarkan setiap kata yang kamu ucapkan, dan memberikan saran yang membangun agar kamu bangkit dari masalah yang kamu hadapi, ketika semua orang membenci kamu, karena kamu melakukan kesalahan yang fatal, sahabat akan selalu disampingmu, menyuportmu. namun ketika kamu merasa bahagia, kemanakah kamu?ketika kamu benar2 tergila-gila terhadap pacarmu, dan menghiraukan kata sahabat yang selalu ada untukmu, yang gak mau kamu terluka dan menangis. kemanakah kamu ketika dia juga ingin berbagi cerita padamu?bahagiakah kamu ketika kamu bersenang2 dengan teman2mu yang lain, dan meninggalkan sahabatmu yang telah membuat janji denganmu awal sebelum teman2mu? bahagiakah kamu ketika kamu membentak sahabatmu yang telah begitu baik mengorbankan dirinya untuk menemanimu n menygesampingkan yang lain, yang telah rela membantumu dengan iklas, yang selalu mau mengalah denganmu, yang selalu ada untukmu baik sua maupun duka, dan selalu mendukungmu apapun itu. lalu apa sebenarnya balasan yang patut untuk seorang sahabat?apa yang seharusnya kamu juga harus berikan padanya?apa yang harus kamu lakukan untuk membuatnya bahagia?bagaimana jika suatu saat sahabatmu pergi dan tidak memperdulikanmu lagi?

ketahuilah, bahwa ia tidak pergi.ia seperti keluargamu, yang juga sayang padamu. ia hanya ingin tahu apakah sebenarnya arti dia untukmu. ia selalu memantaumu, membantumu secara tidak langsung, dan itulah arti sahabat yang sesungguhnya.


aku yakin semua orang pernah putus cinta..semua pasti pernah ngrasain itu. entah itu karena memang tidak cocok, ada salah satu yang selingkuh, bosen atau apalah itu, atau mungkin bahkan gak boleh sama ortu. tapi bagaimana kalau si dia pergi ninggalin kamu karena dia ingin kuliah keluar negeri dan takut kamu akan gak tahan LDR.an, takut kamu akan kesepian, atau karena memang dia kawatir akan perasaanmu jika diteruskan sementara si dia tidak bisa disisimu.
kenapa gak coba ngomong baik2, apakah mau LDR.an atau apakah sanggup jika ditinggalkan kuliah keluar negeri dan bertemu hanya mungkin 3 tahun kemudian atau setahun sekali, atau memang sebaiknya putus. daripada memutuskan sepihak. tanpa alasan yang jelas, dan tiba2 menghilang, lost communication, bahkan setiap di sms atau telfon gak jawab, padahal hanya ingin tau alasan sebenernya.
pengalaman pahit,
apakah cinta ada batasan waktu?
apakah cinta ada batasan usia?
apakah dengan pergi begitu saja cinta juga akan pergi?
apakah cinta hanya sebagai ungkapan saja?
apakah cinta memang selalu berada di awal kisah, dan kepedihan di akhir cerita?

semoga saja kamu(dia) bahagia disana...